Wednesday, February 23, 2022

Kesehatan Mental Penggunaan Media Sosial Bersejarah abad ke-21

 


Oleh Rifqy Dzulfiqar 19407141006

Essay Transformasi Digital

 

            Sebelum membahas itu semua apakah kalian sudah mengenal bagaimana sejarahnya Internet ? buat kalian yang tidak mengerti apa itu coding, teknologi, atau IT lainnya beruntung sekali membaca essay saya ini karena akan membahas secara ringkas dan se efektif mungkin. Semua ini dimulai ketika eksperimen yang bernama Arpa (Advanced Research Projects Agency) 1970 an yang diriset oleh para ilmuan Amerika untuk membantu mereka berkomunikasi antar gedung departemen pertahanan setelah perang dunia ke II, Arpa ini bertujuan untuk menunjang komunikasi mereka ketika sewaktu aja ada serangan nuklir yang dilakukan oleh Rusia. Jadi sebenarnya kita tidak usah takut kalau perang antara Rusia dan UK bisa bikin miss komunikasi sama mantan, dan overthinking mereka selingkuh dengan tentara Rusia kalau Indonesia ikut terjajah setelah UK. Arpa net nenek moyang nya dari Internet, jadi semakin berkembangnya kebutuhan komunikasi tidak cuma di gedung departemen pertahanan USA, mereka mulai mengembangkan itu agar bisa dikonsumsi oleh umum dan mengganti namanya menjadi Internet.

            Kecanduan elektronik dan diperparah oleh fakta kini kita bisa mengasingkan diri dalam lingkungan, berkat teknologi (media sosial). Berita palsu menjadi lebih maju dan mengancam masyarakat di seluruh dunia ada pula serangan siber antar negara yang tak akan berhenti. Platfom seperti TikTok, jika berbicara remaja bahkan anak-anak saat ini diluar sana, akan mustahil mereka akan menghapusnya. Soal apakah media sosial membuat anak/remaja ini depresi ?

            Kapitalisme penguasa telah membentuk politik dan budaya dalam cara yang tak banyak orang pahami. Contoh : ISIS mengilhami para pengikutnya lewat Internet dan kini penganut supremasi kulit putih melakukannya juga. Berita “tragedi penembakan di dua masjid di kota Christchurch, Selandia baru” (15/3/2019) membuktikan bahwa penguasa telah membentuk politik dan budaya dalam cara yang tak banyak orang pahami.

            Sebenarnya kita telah berubah dari era informasi menjadi era disinformasi. Yang mana alat yang telah diciptakan hari ini mulai mengikis struktur sosial dari cara kerja masyarakat. Teknologi yang diciptakan, sebenarnya apa yang salah di industri teknologi saat ini ? ada banyak keluhan, skandal, pencurian data, kecanduan teknologi, berita palsu, polarisasi, dan beberapa pemilu yang diretas. Namun, adakah sesuatu di balik semua masalah ini yang menyebabkan semua ini terjadi sekaligus ? Jika kita melihat sekeliling rasanya dunia menjadi gila. Lalu ? kita harus menanyai diri, apa ini normal ? atau kita semua terpengaruh oleh mantra ?

            Jadi gini, tanpa sadar atau tidak coba lakukan hal ini, malam hari sebelum tidur biarkan Hp kalian terkoneksi Internet lalu jauhkan Hp tersebut dari kalian. Pertanyaannya apakah kalian bisa tidur ? atau selalu overthinking dengan notif yang menyala ? tanpa disadari itu kan mensugesti untuk selalu online terhubung dengan internet selama 24 jam. Dan hal itupun terjadi juga saat akses koneksi terputus dan pagiharinya kalian akan menerima banyak sekali iklan dari olshop yang harus segera di cekout karna diskon yang menggoda atau mungkin pesan dari mantan yang tiba-tiba minta balikan.

            Semua orang pada tahun 2006 termasuk orang-orang yang membangun platfom Facebook, sangat mengagumi google dan apa yang telah google bangun, yaitu sebuah layanan yang sangat berguna, memberi banyak kebaikan bagi dunia. Meraka pun membangun mesin penghasil uang pararel. Tim Kendall (Facebook Former Executive) “kami harus menghasilkan uang dan mereka rasa model pengiklanan ini mungkin cara yang paling elegan”. Perusahaan seperti google dan Facebook adalah yang terkaya dan tersukses sepanjang masa. Mereka punya pegawai yang relatif sedikit. Mereka punya komputer reksasa yang mudah menghasilkan uang, bukan ? lalu untuk apa meraka dibayar ?

            Bahkan kini agak basi untuk mengatakannya, tapi karena kita tak membayar produk yang kita gunakan, pengiklanan membayar produk yang kita gunakan. Pengiklan adalah pelanggannya. Pihak platfomlah yang dijual. Ada pepatah klasik yang mana jika kamu tak membayar produknya, berarti kaulah produknya.

 

Refrensi :

https://www.cnbcindonesia.com/news/20190315194738-4-61024/si-keji-penembak-di-selandia-baru-terinspirasi-video-game diakses pada 23 February 2022 pukul 01.00 WIB