Oleh Rifqy Dzulfiqar
19407141006
Essay Transformasi
Digital
Sebelum membahas itu semua apakah
kalian sudah mengenal bagaimana sejarahnya Internet ? buat kalian yang tidak
mengerti apa itu coding, teknologi, atau IT lainnya beruntung sekali membaca
essay saya ini karena akan membahas secara ringkas dan se efektif mungkin.
Semua ini dimulai ketika eksperimen yang bernama Arpa (Advanced Research
Projects Agency) 1970 an yang diriset oleh para ilmuan Amerika untuk membantu
mereka berkomunikasi antar gedung departemen pertahanan setelah perang dunia ke
II, Arpa ini bertujuan untuk menunjang komunikasi mereka ketika sewaktu aja ada
serangan nuklir yang dilakukan oleh Rusia. Jadi sebenarnya kita tidak usah
takut kalau perang antara Rusia dan UK bisa bikin miss komunikasi sama mantan,
dan overthinking mereka selingkuh dengan tentara Rusia kalau Indonesia ikut
terjajah setelah UK. Arpa net nenek moyang nya dari Internet, jadi semakin
berkembangnya kebutuhan komunikasi tidak cuma di gedung departemen pertahanan
USA, mereka mulai mengembangkan itu agar bisa dikonsumsi oleh umum dan
mengganti namanya menjadi Internet.
Kecanduan elektronik dan diperparah
oleh fakta kini kita bisa mengasingkan diri dalam lingkungan, berkat teknologi
(media sosial). Berita palsu menjadi lebih maju dan mengancam masyarakat di
seluruh dunia ada pula serangan siber antar negara yang tak akan berhenti.
Platfom seperti TikTok, jika berbicara remaja bahkan anak-anak saat ini diluar
sana, akan mustahil mereka akan menghapusnya. Soal apakah media sosial membuat
anak/remaja ini depresi ?
Kapitalisme penguasa telah membentuk
politik dan budaya dalam cara yang tak banyak orang pahami. Contoh : ISIS
mengilhami para pengikutnya lewat Internet dan kini penganut supremasi kulit
putih melakukannya juga. Berita “tragedi penembakan di dua masjid di kota
Christchurch, Selandia baru” (15/3/2019) membuktikan bahwa penguasa telah
membentuk politik dan budaya dalam cara yang tak banyak orang pahami.
Sebenarnya kita telah berubah dari
era informasi menjadi era disinformasi. Yang mana alat yang telah diciptakan
hari ini mulai mengikis struktur sosial dari cara kerja masyarakat. Teknologi
yang diciptakan, sebenarnya apa yang salah di industri teknologi saat ini ? ada
banyak keluhan, skandal, pencurian data, kecanduan teknologi, berita palsu,
polarisasi, dan beberapa pemilu yang diretas. Namun, adakah sesuatu di balik
semua masalah ini yang menyebabkan semua ini terjadi sekaligus ? Jika kita
melihat sekeliling rasanya dunia menjadi gila. Lalu ? kita harus menanyai diri,
apa ini normal ? atau kita semua terpengaruh oleh mantra ?
Jadi gini, tanpa sadar atau tidak
coba lakukan hal ini, malam hari sebelum tidur biarkan Hp kalian terkoneksi
Internet lalu jauhkan Hp tersebut dari kalian. Pertanyaannya apakah kalian bisa
tidur ? atau selalu overthinking dengan notif yang menyala ? tanpa disadari itu
kan mensugesti untuk selalu online terhubung dengan internet selama 24 jam. Dan
hal itupun terjadi juga saat akses koneksi terputus dan pagiharinya kalian akan
menerima banyak sekali iklan dari olshop yang harus segera di cekout karna
diskon yang menggoda atau mungkin pesan dari mantan yang tiba-tiba minta
balikan.
Semua orang pada tahun 2006 termasuk
orang-orang yang membangun platfom Facebook, sangat mengagumi google dan apa
yang telah google bangun, yaitu sebuah layanan yang sangat berguna, memberi
banyak kebaikan bagi dunia. Meraka pun membangun mesin penghasil uang pararel.
Tim Kendall (Facebook Former Executive) “kami harus menghasilkan uang dan
mereka rasa model pengiklanan ini mungkin cara yang paling elegan”. Perusahaan
seperti google dan Facebook adalah yang terkaya dan tersukses sepanjang masa.
Mereka punya pegawai yang relatif sedikit. Mereka punya komputer reksasa yang
mudah menghasilkan uang, bukan ? lalu untuk apa meraka dibayar ?
Bahkan kini agak basi untuk
mengatakannya, tapi karena kita tak membayar produk yang kita gunakan,
pengiklanan membayar produk yang kita gunakan. Pengiklan adalah pelanggannya.
Pihak platfomlah yang dijual. Ada pepatah klasik yang mana jika kamu tak
membayar produknya, berarti kaulah produknya.
Refrensi
:
https://www.cnbcindonesia.com/news/20190315194738-4-61024/si-keji-penembak-di-selandia-baru-terinspirasi-video-game
diakses pada 23 February 2022 pukul 01.00 WIB