Perkembangan zaman memang tidak dapat ditolak, kita memang harus dan mampu menerima serta menguasai namanya teknologi. Jangan sampai dengan berkembangnya teknologi yang mempermudahkan pekerjaan manusia membuat kita malah yang dikuasai teknologi. Contohnya media sosial atau medsos bahasa kerennya, media sosial memang didesain untuk menghubungkan antara account seseorang dengan lainnya melalui koneksi Internet, wadah tempat berkomunikasi dan bersosial di dunia maya. Menyenangkan memang, kita dapat berinteraksi dengan teman-teman jauh, berdiskusi dalam suatu group membahas suatu topik, chat melalui messenger, dan tukar informasi dengan cepat. Namun tidak sadarkah kalian kalo sebenarnya jejaring sosial itu malah bikin waktu kalian terbuang percuma? Dan ada banyak lagi seperti penggunaan fasilitas messenger (Whatsapp/BBM/SMS misalkan) serta tidak dapat di pungkiri dengan keluarnya spesifikasi HP yang semakin cerdas dilengkapi dengan kapasitas yang besar membuat kita terlena barmain game beresolusi tinggi. Dengan demikian bijaklah dalam menggunakan teknologi dan informasi.
Sekarang zaman dimana perkambangan iptek dan teknologi berkembang secara cepat melewati ruang dan waktu yang ditandai dengan sistem cyber-physical. Bahkan diawal 2018 industri mulai menyentuh dunia virtual, konektivitas manusia maya, mesin dan data digital. Istilah ini dikenal dengan nama Internet of things atau (LOT). Lantas mengapa kita mengambil prodi sejarah? Prospek Pekerjaan apa setelah lulusan sarjana?.
Eduard Hallett Carr menyatakan “sejarah adalah suatu proses terus-menerus interaksi antara sejarawan dengan fakta-fakta yang ada padanya, suatu dialog tidak henti-hentinya antara masa sekarang dengan masa silam”. Intinya bahwa yang terjadi pada masa lampau bukan sesuatu yang mati atau berhenti. Terdapat tiga konsep penting dalam sejarah, pertama berkaitan dengan perubahan, tidak ada peristiwa yang terjadi dua kali terjadi sekali dan bersifat unik. Sedangkan konsep ke dua sejarah berkaitan dengan waktu. Sama-sama berbicara revolusi tentu berbeda dengan revolusi industri dan revolusi kemerdekaan Indonesia. Hal itu sangat tergantung pada tempat dan waktu. Yang ketiga kontinuitas bahwa kisah sejarah selalu berkelanjutan. Konsep ini selalu yang berkaitan dengan perkembangan dan kemajuan. Oleh karena itu mengapa kita mengambil prodi sejarah sudah terjawab bukan ?. Lantas prospek pekerjaan seseorang sejarah menjadi apa ?. Sebelum itu harus diketahui bahwa lulusan sarjana di Indonesia dari tahun 2017 sampai 2019 meningkat disertai dengan pengangguran. Penyebab nya yaitu katerampilan tidak sesuai kebutuhan. Ekspetasi penghasilan dan status lebih tinggi. Penyediaan lapangan pekerjaan terbatas. Sehingga kita sebagai sejarawan harus siap bersaing dengan beberapa pekerjaan yang memang sudah di matangkan dengan prodi-prodi kejuruan. Berdasarkan survei pekerjaan masa depan yang dilakukan oleh World Economic Forum, beberapa pekerjaan diproyeksikan tumbuh hingga 33% pada tahun 2022. Sehingga sejarawan harus mempunyai skill analisis, pemahaman IT, dan memiliki kekreativitas tinggi yang dapat memunculkan ide inovatif untuk manusia. Sebagai contoh sekarang mulai akan dikembangkannya pembelajaran mengenai sejarah suatu pristiwa melalui game smartfon walaupun game ini masih bersifat sederhada dan perlu adanya penanganan serius dari pemerintah untuk dapat membantu mendanainya. Hal ini bertujuan agar anak-anak bangsa indonesia dapat mengenal beragam pristiwa-pristiwa bersejarah di Indonesia dengan mudah dan cepat.
Oleh karena itu, lembaga pendidikan dan pelatihan Indonesia harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki nilai tambah sesuai kebutuhan pasar kerja. Lembaga pendidikan harus mampu menghasilkan lulusan yang berkarakter, kompeten, dan inovatif. Disamping itu dunia industri juga harus dapat mengembangkan strategi transformasi dengan mempertimbangkan perkembangan sektor ketenagakerjaan karena transformasi industri akan berhasil dengan adanya tenaga kerja yang kompeten. Di sisi lain, menjadi generasi yang hidup di era industri 4.0 harus mamiliki daya saing yang tinggi. Selain unggul di bidang akademik, generasi saat ini juga harus berdaya saing tinggi. Persaingan di luar sana sangat ketat, apalagi sekarang sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Selain itu menjadi dengan berkah kemajuan teknologi saat ini menjadi penulis dimedia sosial, wartawan internasional, keguruan, dan bergelut dibidang sejarah dalam flm layar lebar.
Sumber :
1. Kuntowijoyo, 2008, pengantar ilmu sejarah, makasar, rayhan intermedia
4. https://katadata.co.id/infografik/2019/05/17/angka-pengangguran-lulusan-perguruan-tinggi-meningkat
5. Supardi, 2011, dasar-dasar ilmu sosial, ombak

No comments:
Post a Comment